Forex

Sunday, February 4, 2007

Air wajah

Hari ini aku melihat air dimana-mana
Kemarin aku juga melihat air dimana-mana
Kenapa kau berani masuk ke kamarku?
Kenapa kau lancang membawa pergi hartaku?
Kenapa kau hanyutkan saudaraku?
Kenapa kau ajak semua teman-temanmu bermain di kampungku?
Tempatmu bukan disini.....
Ini kamarku!
Air tetap cuek melenggang kesana-kemari
Ini hartaku!
Air hanya melirik ke belakang dan bergegas lari
Ini saudaraku!
Air datang bergerombol terhuyung-huyung lalu perlahan-lahan pergi
Ini kampungku!
Air semakin beringas melahap tanggul dan pohon-pohon
Pergi kau.....
Satu ember kecil retak terjepit di sudut ruang
Kutarik dan berkali-kali kuhempaskan
Ember berteriak
Aku lemas dan terkapar
Setetes air menampar wajahku
Aku terjaga dari kasur kusam
Aku haus
dimana air?
Air putih bukan air coklat
Air ketenangan bukan air kemarahan
Aku butuh air
Aku haus

Note: semoga banjir segera reda...kawan

1 comment:

Anonymous said...

BAnjir..siapa yang minta untuk didatangi "tamu" yg satu ini? kasian juga warga jakarta dan sekitarnya, tiap taun was-was kalo "tamu" yang satu ini mampir sekedar say hello.

masalahnya begitu kompleks, siapa yg bisa jawab pertanyaan : gara-gara siapa banjir datang? coba pikir dengan logika diselipi dengan hati nurani,pasti jawabannya ga sesimpel pertanyaannya.

ada banyak pihak yang terlibat, diantaranya,aparat terkait, pemerintah, dan masyarakatnya.

Aduh..sebel banget kan kalo banjir dateng? Dampaknya luas banget,ga kenal status, jenis kelamin, dan selahkan tambahkan lagi daftar yang kita suka.

saya percaya begitu banyak jenis saran dan komentar menanggapi "tamu" kita satu ini.darpada sibuk mencari siapa yang bertanggungjawab atas kedatangannya, masih lebih baik introspeksi diri sendiri dulu,kita punya andil apa sampai mendatangkan "tamu" yang tidak ramah ini?