Forex

Tuesday, February 19, 2013

Diversifikasi investasi untuk mengurangi resiko

‘Don’t Put All Your Eggs in One Basket’

Pernah mendengar petuah ini, bukan? Bagi anda yang sudah terjun diberagam instrumen investasi, tentu ungkapan ini sudah tidak asing lagi, dan bahkan mungkin sudah menerapkannya dengan baik. Well, ungkapan ini bermaksud memberikan petuah kepada kita agar tidak menitikberatkan semua upaya dan sumber pendapatan kita hanya di satu instrumen atau satu ragam investasi saja. Hal ini karena bisa berakibat kita akan kehilangan semuanya manakala terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan. Contoh, Katakanlah anda investasi di saham. Bagi sebagian besar investor saham, barangkali tidak bisa melupakan peristiwa anjloknya atau "crash" pada bursa efek yang menyebabkan penurunan tajam secara tiba-tiba dalam nilai saham yang terjadi pada tahun 2008. Hal ini dipicu oleh konsekuensi dari apa yang disebut krisis "subprime" AS, yang berkisar sekitar sekuritas keuangan berbasis mortgage berisiko di Amerika Serikat, yang menyebar ke pasar keuangan di seluruh dunia. Imbas dari krisis di Amerika ini membawa dampak yang sangat besar bagi perkembangan harga-harga saham di Indonesia. Satu contoh, harga saham Bumi Resources mengalami koreksi sampai 91,6 persen dari level penutupan Rp 8.550 pada 12 Juni 2008. Bahkan ada rumor yang mengatakan bahwa harga saham saat itu tidak lebih mahal dari harga tisu di toilet. Ketika itu pemerintah terpaksa melakukan penghentian sementara (suspensi)untuk menghindari penurunan yang lebih tajam lagi. Bisa dibayangkan besarnya krisis yang terjadi saat itu benar-benar menghantam harga saham sampai di level terendahnya. 

Hikmah apa yang bisa kita ambil dari peristiwa di atas? Disinilah petuah bijak di atas berlaku, bagikan telur-telur anda dalam beberapa keranjang untuk meminimalisir resiko. Atau dalam teori ilmu ekonomi, kita perlu melakukan diversifikasi investasi. Diversifikasi investasi bisa dilakukan dengan memanfaatkan produk-produk investasi lain yang ditawarkan oleh institusi keuangan atau bisa juga dengan produk non-keuangan. Contoh beberapa produk non keuangan adalah property, waralaba, emas/logam mulia. Sedangkan produk-produk keuangan seperti tabungan, deposito, SBI, saham, obligasi, valuta asing, dan banyak lagi produk investasi sejenis yang ditawarkan baik oleh perusahaan di dalam maupun diluar negeri.

Sebagai contoh, ketika investasi di pasar modal kita sedang mengalami penurunan, investasi kita di logam mulia mengalami kenaikan. Contoh lain, meskipun harga saham kita dalam beberapa hari mengalami penurunan, disisi lain investasi kita di sektor real atau properti justru semakin bagus dan tidak terganggu. Contoh lain lagi, anda juga bisa memiliki dua saham perusahaan dengan produk yang berbeda, misalkan perusahaan yang produknya ramai di musim hujan, seperti jaket, jas hujan, dan payung; sedangkan yang satunya lagi justru laku pada musim panas,seperti eskrim dan pakaian/perlengkapan ke pantai.Keseimbangan dalam berinvestasi inilah yang bisa meminimalkan resiko investasi kita.

Hal yang perlu diingat adalah, jangan  terlalu banyak diversifikasi, karena ini akan menyulitkan kita untuk memantau. Jangan juga mudah percaya oleh bujukan atau rayuan yang ditawarkan oleh pihak lain sebelum anda benar-benar sudah memahami dan mempelajari produk investasi tersebut.



Saturday, November 15, 2008

Say no to crime, say yes to 'love'

Saya terkejut dengan pemandangan ini. Apakah itu? Ini ketiga kalinya saya berkunjung ke salah satu taman di kota bandung yang letaknya dekat dengan perguruan tinggi yang termasyur itu. Awalnya hanya mencari angin, duduk santai, sambil membunuh waktu.


Saya menemukan pemandangan yang sama di setiap kunjungan saya di taman asri ini. pemandangan yang bikin risih bagi yang melihatnya, pasangan muda-mudi yang tengah berpacaran. kunjungan kedua membuat saya terhenyak sekaligus risih, karena yang tengah bercengkerama di depan saya mengenakan jilbab. Bersama pasangannya, ia cekikikan sambil pegangan tangan, saling cubit, bahkan kepalanya disimpan di paha pasangannya itu. saya tidak tahu harus merasakan apa. Dibilang salah, hati tidak menerima, dibilang bener, tidak secara norma dan agama.

Ada satu lagu dari Titiek Puspa yang pas sekali menggambarkan rasanya jatuh cinta. Kalimat awalnya,"jatuh cinta, berjuta rasanya.."

Cinta tidak pandang bulu, cinta itu anugerah. Menjadi bukan anugerah jika menimbulkan malapetaka bagi pelakunya : malu, penyakit, rasa bersalah! Ini jika hasil akhirnya negatif, merugikan pasangannya.

Bukan taman ini saja yang menjadi saksi bisu beragam 'adegan' itu. Bukan maksud porno, hanya tidak ingin menginterpretasikan yang tidak-tidak. Banyak juga kok, taman kota di kota lain yang bernasib sama dengan pemandangan lebih syur.

Ironis! Meski begitu bukan hanya satu pihak yang mesti bertanggung jawab. Harus ada rembukan untuk menghasilkan pikiran yang baik bagi semua orang. Apakah yang baik itu? Tidak pasti, abstrak, relatif.

Orang Indonesia tidak semuanya muslim, tidak semuanya kiai dan ustadzah. Mereka berbeda pendapat menetapkan batas pacaran.

Indonesia adalah negara yang tidak konsekuen. Hampir di semua hal. Keberhasilan SBY paling signifikan menurut saya adalah penindaklanjutan korupsi, sisanya tidak ada.

Jika saya bertanya : Apa Anda beragama? Sebagian besar dari Anda akan menjawab : ya. Sudah jadi umat beragamakah Anda? Anda jawab : ya. Tapi lihat sekeliling kita, tindak kriminal mikro sampai makro, korupsi, pembunuhan, perkosaan, pelacuran, dan Anda bisa sebutkan lainnya. Perbuatan tadi dilakukan oleh orang yang beragama. Begitu juga korbannya.

Masih adakah hal yang tulus di bumi Indonesia kita ini? Memang pacaran adalah salah satu contoh kecil dalam keseharian kita. Saya tidak berada di pihak yang setuju atau tidak setuju dengan perilaku ini. Tapi saya ingin mengajak kita semua berpikir baik buruknya, untung ruginya. Pacaran memang indah. Bahkan ada yang mengatakan 'love is blind' "Terserah gue lah, ini hidup gue!" Yah, saya juga ingin mengucapkan kalimat itu dengan lantang. Tapi ketika saya lihat sekeliling saya, bukan hanya saya dan pasangan, juga orang-orang lebih tua dan bisa memahami (tahu sama tahu). Tetapi ada juga adik-adik kita yang melihat dan mampu mengadaptasi dengan cepat. Seperti kita, mereka dibekali hormon pada masa pubernya.

Menurut ilmu komunikasi, ketika berbicara dengan orang lain, kita harus memahami FOR (Frame of reference) jika pesan yang ingin disampaikan berhasil diterima dan direspon, tergantung dari latar belakang pendidikan, sosial, juga lingkungan. Jika pesan (adegan mesra) seperti ini, dan diterima oleh anak-anak, memang komunikasi disebut efektif karena pesan sampai pada komunikan (penerima pesan). Tapi apakah itu baik?

Coba perhatikan tiap orangtua di dunia ini. Mereka memberikan apapun demi anak. Segala sesuatu yang diberikan adalah yang baik-baik. Mereka akan mengingatkan jika anak melakukan kesalahan, itu karena rasa sayang mereka.

Semua itu adalah naluri manusia. Suatu saat kita akan berada dalam posisi itu, menjadi orangtua. Apa yang Anda lakukan jika anak Anda mulai ditaksir orang? Atas alasan sayang, Anda akan menasehati bahkan mengawasinya. Jika mereka menentang dan mengatakan,"Terserah gue, ini hidup gue!" apa tanggapan Anda? Monggo dijawab, mas-mbak...

Chacha's

Wednesday, November 12, 2008

please introduce, my name is LISTEN

menarik melihat tulisan rektor UIN Syarif Hidayatullah Komarudin di koran SINDO hampir tiap akhir pekan. perhatian saya tertuju pada tulisannya yang berjudul : Heard but not listening. agaknya bukan hanya para anggota dewan yang tak lekat dengan kata 'mendengarkan'. kalangan manapun melakukannya.

tak sadar ketika kita berhadapan dengan orang yang kita kenal, siapapun dia tak pelak dan dilakukan secara tak sadar kita pun sering melakukannya. kemampuan 'mendengarkan' jangan-jangan hanya menjadi monopoli konsultan, dokter, pengacara, psikiater, dan psikolog. deretan pekerjaan yang tugasnya mendengarkan keluhan klien/pasiennya.

rasa egois untuk selalu didengar pendapat dan pikiran, kita menyingkirkan peran orang lain, orang terdekat, orang yang kita kenal. padahal manusia adalah makhluk sosial, yang tidak bisa hidup tanpa kehadiran orang lain. merasa berkuasa atas suatu hubungan menjadikan kita buta bahwa bukan hanya kita yang butuh didengar tetapi teman/saudara kita juga. harus ada feedback/umpan balik yang seimbang.

ilmu komunikasi menyebutkan sebuah teori yang dinamakan konvergensi simbolik. teori ini menyatakan bahwa kumpulan beberapa individu akan merasa dekat dan memiliki satu sama lain ketika mereka berada dalam satu lingkungan dalam waktu yang lama. pada saat inilah, kodrat manusia yang tidak bisa hidup sendiri terjawab. mendengarkan dan mengungkapkan menjadi kegiatan wajib yang tak terlewatkan anggotanya (terdiri dari beberapa individu).

tiap orang merasa bahwa pengalaman dan pikiran orang lain menjadi bagian dari dirinya. karena itulah sering terjadi program KKN (Kuliah Kerja Nyata)ketika kuliah selalu memunculkan kelompok baru. sekalipun KKN berakhir, ketika masing-masing anggotanya sibuk kuliah. meski tak bisa dipungkiri bahwa ada juga yang gagal, konvergensi simbolik tidak terjadi. penyebabnya bisa tidak ada kecocokan, rasa individualis, atau keangkuhan.

mendengarkan menjadi harga yang mahal dewasa ini. kita lebih suka didengar daripada mendengarkan. nyatanya menjadi pendengar yang baik tidak gampang. seseorang harus memerhatikan dan ikut merasakan apa yang dirasakan lawan bicaranya. belum lagi pikiran yang mengatakan,"hei aku juga punya masalah, bukan kamu saja!"

ditengah zaman semaju ini, untuk melakukan hal yang (ternyata) sangat kita butuhkan ini, tidak terjadi di setiap percakapan/perbincangan/hubungan. sungguh suatu ironi! kehidupan yang makin modern membuat mosi tidak percaya kepada orang lain semakin besar. apalagi didukung dengan semakin meningkatnya tindak kriminalitas. segala cara dihalalkan untuk mendapat apa yang diinginkan. apa yang diinginkan itu? apapun asal Perut tidak kosong!

suatu korelasional yang rumit. kemiskinan bisa menyebabkan seseorang untuk tidak mau lagi mendengar. ketika menunggu kendaraan umum setelah pulang kerja atau kuliah kita enggan berpikir bahwa orang yang sedang mengemis di depan kita benar-benar susah. "Yah, kalo kebaikan kita malah disalahartikan gimana? misalnya tiba-tiba ada yang nyopet tas gitu?" Hmm..tidak bisa disalahkan juga.

butuh peran banyak pihak untuk lebih banyak 'listen' daripada 'heard'. mari kita bersama memulainya dari hal yang kecil sekarang juga. belajar untuk menyamakan frekuensi antara 'didengar' dan 'mendengarkan'. jangan kalah dengan simpanse yang menjadi bintang iklan operator seluler yang mengejek manusia karena tidak bisa mikir. :D

Monday, May 7, 2007

Kantor Baru

Hari ini berbeda..
Hari ini aku di lantai lima belas
Hari ini ada acara tumpengan
Hari ini aku menghadap jalan raya..

Ada apa dengan hari ini?

Ternyata aku berada di kantor yang baru
Mulai hari ini aku tidak di kuningan lagi
Selamat menempati kantor baru

Wednesday, February 7, 2007

Selamat tinggal si putih mungilku

Kita pernah bersama sekian tahun lamanya
Saling bertukar cerita dan bertegur sapa
Dengan setia kau temaniku menapaki hari-hari
Di saat aku sedih kau hadirkan kehangatan suasana
Dan kau tambahkan keceriaan saat bahagia
Secuilpun tak kulihat raut kekesalan
Meskipun kadang kau diam terbisu
Tapi aku maklumi itu juga bagian dari kesalahanku

Teringat saat kita pertama bertemu
Saat ku menelusuri langkah di taman kemewahan
Tiba-tiba langkahku terhentak diam terpaku
Oleh paras mungil yang terlukis diwajahmu
Kamu berjejer diantara teman-temanmu
Kulitmu yang putih lembut bagai salju
Putih tanpa sedikitpun noda
Menggoda hati ini tuk menghampirinya

Lalu kuajak kau turut serta
Girang hati ini saat halus dan lembut suaramu terdengar
Seakan telinga ini tak mau lepas mendengar suaramu
Dan sentuhan jari-jemariku menambah kekagumanku padamu

Kepadamu kucurahkan rahasia perasaanku
Kepadamu kutumpahkan semua air mata kesedihanku
Dan kepadamu kuhempaskan segala kekesalanku

Malam tadi kamu masih berada disisiku
Malam tadi kamu masih menghiburku
Malam tadi kamu masih mengabarkan pesan untukku
Namun tiba-tiba tangan-tangan kotor merampasmu dariku
Kamu hanya terdiam dan membisu

Entah dimana sekarang kamu berada
Betapa sedihnya hati ini melepaskanmu
Rasa lepas yang berat untuk direlakan
Maafkan aku jika aku tidak bisa menjagamu
Aku hanya bisa bertitip salam
Semoga dia lebih tahu dalam menjagamu
Karena aku tahu kamu sangat membutuhkan perhatian
Semoga kamu tidak kedinginan disana
Karena selimut hangatmu masih tertinggal disini

Selamat tinggal si putih mungilku
Jangan terlalu kau cepat melupakanku

Tuesday, February 6, 2007

Dara di ujung jalan

Selamat pagi dara berambut lurus
Pusing, cape, macet, kringetan, sakit kepala, dan lain-lain LENGKAP
Apa kabarmu ?
Jumat sampe rumah jam setengah dua belas
Senin ga masuk, males kena macet lagi
Nafas menghentak...
Denyut merintih...
Dara meronta...

Di ujung jalan itu aku berdiri
Terpaku diantara langkah-langkah yang berkejaran kesana-kemari
Jerit mesin memekak telinga
Asap debu menusuk mata
Aku terpenjara dalam kebisingan
Terkatup dalam letih dan kepenatan
Dalam lingkaran waktu yang tanpa akhiran

Seketika aku mendengar teriakan
Kulangkahkan kaki menuju lorong yang panjang
Wajah-wajah bisu menatapku dalam keterasingan
Aku terhimpit dalam kebisuan
Bercampur dengan peluh yang menelanjangi sekujur tubuh

Sayup-sayup mata mulai terpejam
Ketika malam semakin tenggelam
Dan aku masih saja disini
Terjebak dalam deretan yang tak bertepi


Special thanks to: We-D

Sunday, February 4, 2007

Air wajah

Hari ini aku melihat air dimana-mana
Kemarin aku juga melihat air dimana-mana
Kenapa kau berani masuk ke kamarku?
Kenapa kau lancang membawa pergi hartaku?
Kenapa kau hanyutkan saudaraku?
Kenapa kau ajak semua teman-temanmu bermain di kampungku?
Tempatmu bukan disini.....
Ini kamarku!
Air tetap cuek melenggang kesana-kemari
Ini hartaku!
Air hanya melirik ke belakang dan bergegas lari
Ini saudaraku!
Air datang bergerombol terhuyung-huyung lalu perlahan-lahan pergi
Ini kampungku!
Air semakin beringas melahap tanggul dan pohon-pohon
Pergi kau.....
Satu ember kecil retak terjepit di sudut ruang
Kutarik dan berkali-kali kuhempaskan
Ember berteriak
Aku lemas dan terkapar
Setetes air menampar wajahku
Aku terjaga dari kasur kusam
Aku haus
dimana air?
Air putih bukan air coklat
Air ketenangan bukan air kemarahan
Aku butuh air
Aku haus

Note: semoga banjir segera reda...kawan

A tribute to karwani

Sehabis nonton televisi
Aku tak mampu menghitung apa saja yang telah kukunyah
Hidup tampak begitu renyah
Orang-orang bersih dan rapi jali
Laki-laki tampan berdasi
Perempuan cantik-cantik penuh aksi
Semua kebutuhan tercukupi
Hidup Cuma berkisar dari gengsi ke gengsi
Derita atau petaka
Cuma ada di negeri yang jauh
Atau kisah-kisah masa lampau
Penjahat, penipu, koruptor, penindas, atau para penguasa yang lalim
Akhirnya kalah dan musnah, atau bertobat
Kehidupan berjalan lurus dan berkilau
Tak ada warna buram
Tak ada air mata, lapar, dendam,
Penipuan, penggusuran, apalagi penindasan
Tak ada keringat orang-orang kecil
Yang terbanting-banting mempertahankan kehidupan
Tak ada rakyat yang megap-megap atau kelaparan
Iklan-iklan bertebaran menawarkan kemudahan
Hidup tampak begitu cerah
Dunia bagai kristal:
Serba berkilat-kilat
Maka aku rasa...
Ada baiknya kita bikin televisi yang lebih besar lagi
Lalu beramai-ramai rakyat Indonesia pindah kesana
Dan jadilah bangsa televisi semesta
Aha...betapa nikmatnya!

Thursday, February 1, 2007

Bunga asmara

Tahukah kamu bunga asmara? dimana kita dapat menemukan bunga asmara itu? Mungkin sebagian diantara kita akan menjawab bahwa bunga asmara itu adalah cinta, dan kita dapat menemukannya di hati kita masing-masing. Benarkah demikian? Lalu apakah yang disebut dengan cinta? Disinilah kita akan dihadapkan pada jawaban yang beraneka ragam tentang arti cinta. Akan tetapi sebelum kita mulai mengartikan cinta, baiknya kita kembali ke bunga asmara.
Mari kita petik setangkai bunga dan kita uraikan satu per satu. Waktu kita duduk di bangku sekolah dasar, kita pernah diajarkan bahwa dalam setangkai bunga terdiri atas tangkai, kelopak bunga, benang sari dan putik. Masing-masing bagian ini memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda. Tangkai berfungsi sebagai penyangga agar bunga tetap bisa berdiri tegak, sehingga bunga tidak mudah jatuh. Tangkai juga dapat diartikan sebagai pertanda awal tumbuhnya bunga. Setelah tangkai perlahan-lahan mulai berdiri, selanjutnya kita akan melihat hadirnya kelopak bunga. Sedikit demi sedikit kelopak bunga itu mulai tumbuh mekar dan menyebarkan ciri warna. Warna yang mewakili identitas bunga. Warna yang menjadi ciri kehidupan. Seiring mekarnya kelopak bunga, benang sari yang selanjutnya diikuti oleh putik akan melengkapi keragaman bunga dan menjadi setangkai bunga yang utuh. Kelopak bunga akan melindungi dan memberikan kehangatan kepada benang sari dan putik agar terhindar dari debu atau segala gangguan yang hadir dari luar.
Inilah esensi yang dapat aku uraikan dari setangkai bunga. Bahwa dalam setangkai bunga kita dapat mengartikulasikan keberagaman arti. Keberagaman yang menghadirkan perbedaan, namun perbedaan yang pada akhirnya akan menciptakan sebuah harmonisasi untuk saling mengisi dan melengkapi supaya bunga tetap bisa tumbuh mekar dan bersemi.
Lantas apa makna dari petikan ini? Bahwa bunga adalah sebuah maha karya Sang pencipta. Bunga adalah bagian dari serangkaian mahluk hidup yang ikut menghiasi alam semesta. Mereka tumbuh berkembang dan berbicara lewat bahasanya masing-masing. Manakala kita memetik, merawat serta mencium atau bahkan merampas bunga, maka kita sedang berbicara dengan bunga. Kita mengajak bunga untuk mewakili perasaan kita baik kepada diri kita sendiri maupun kepada orang lain. Dan bunga asmara adalah bunga yang kita hadirkan untuk menjadi teman baik dalam hati kita. Maka jaga dan pelihara baik-baik bunga asmara itu karena dia dapat menjadi teman baikmu selama-lamanya. Semoga bunga itu tidak tumbuh layu.

Kupersembahkan buat: Caca